Hukum qurban via online
“Qurban Via Aplikasi”
Deskripsi masalah:
Perusahaan E-commerce seperti Shopee menawarkan layanan kurban online bagi umat muslim yang ingin merayakan Hari Raya Idul Adha 1443 H dengan mudah dan aman. Kurban online menjadi salah satu solusi bagi masyarakat yang ingin berkurban dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19. Tujuannya ialah agar fitur qurban ini bisa membantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan di berbagai pelosok negeri, termasuk yatim dan duafa, sekaligus turut membantu para peternak lokal tetap dapat menjalankan bisnis ditengah pandemi.
Selain mudah dan aman, pengguna juga tidak perlu khawatir atas penyaluran daging kurban yang dibeli melalui Shopee, karena Shoopee telah bekerja sama dengan mitra penyalur kurban terpercaya. Ada sekitar 10 mitra lembaga penyalur kurban yang telah digandeng Shopee, antara lain: Baznas, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, EcoQurban(Kita Bisa), Inisiatif Zakat Indonesia, LAZ Al-Azhar, Nu Care Lazisnu, PKPU Human Initiative, Yayasan Berkah Nusantara dan Rumah Yatim untuk mengoptimalkan kurban online ini.
Untuk berkurban secara online, pengguna dapat membuka aplikasi Shopee, kemudian memilih Shopee Barokah pada home page aplikasi, lalu klik Berbagi Berkah, dan klik banner Shopee Berkurban. Selanjutnya, pengguna bisa memilih hewan kurban dan tipe penyaluran daging qurban, dengan pilihan kambing standar (23-28 kg), kambing medium (27-30 kg), 1/7 sapi, seluruh sapi (190-300 kg), serta memilih lembaga penyalur kurban, seperti Baznas, Dompet Dhuafa dll, kemudian memilih tipe penyaluran daging kurban dalam kemasan Rendang Kambing Kaleng, Kornet Sapi Kaleng, Kornet Kambing Kaleng dan Abon Sapi.
Setelah memilih hewan dan lembaga penyalur kurban, penkurban dapat memilih metode pembayaran yang diinginkan dari puluhan opsi. Penkurban juga bisa mendapatkan potongan harga hingga Rp250,000. Terakhir, Shopee akan mengirimkan bukti bayar dan sertifikat kurban bagi pembeli melalui email setelah transaksi selesai. Semua kegiatan kurban akan didokumentasikan secara rinci, mulai dari pengecekan kesehatan hewan kurban, proses pemotongan hingga daerah distribusi. Pihak E-commerce juga akan mengirimkan sertifikat digital pembelian hewan kurban untuk pembeli melalui pusat notifikasi dan email sebagai tanda bukti.
Keterangan:
1. Pekurban menyerahkan uang ke pihak shopee untuk melakukan ibadah kurbannya, di sini pekurban mewakilkan pembelian dan pembayaran hewannya kepada pihak shopee.
2. Pihak shopee sebagai wakil dari pekurban membeli hewan kurban ke peternak (mitrakurban) dengan spesifikasi dan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya dengan pekurban pada saat pekurban memesan dan memilih atau menentukan hewan kurbannya.
3. Peternak (mitra kurban) menyerahkan hewan kurban ke pihak shopee pada waktu yang telah ditentukan (disepakati bersama) oleh peternak dan pihak shopee.
4. Pihak shopee mewakili pekurban dalam menyalurkan (mendistribusikan) hewan kurbannya kepada masyarakat, karena pihak shopee masih mewakili pekurban dalam pelaksanaan ibadah kurbannya.
Pertanyaan:
1. Bagaimana hukum melakukan kurban via E-Commerce sebagaimana dalam deskripsi?
Jawaban:
1. Sah dan diperbolehkan. Adapun terkait memberikan daging dalam keadaan matang, maka terdapat khilaf di antara ulama. Al-Ashah, tidak boleh, sedangkan Muqabilul Ashah diperbolehkan, sebab cukup dengan iraqatu dam biniyatil qurbah.
Ibarot:
إعانة الطالبين (2/ 335)
( سُئِلَ ) رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى جَرَتْ عَادَةُ أَهْلِ بَلَدٍ جَاوَى عَلَى تَوْكِيلِ مَنْ يَشْتَرِي لَهُمْ النِّعَمَ فِي مَكَّةَ لِلْعَقِيقَةِ أَوْ الْأُضْحِيَّةِ وَيَذْبَحُهُ فِي مَكَّةَ وَالْحَالُ أَنَّ مَنْ يَعُقُّ أَوْ يُضَحِّي عَنْهُ فِي بَلَدٍ جَاوَى فَهَلْ يَصِحُّ ذَلِكَ أَوْ لَا أَفْتُونَا ( الجواب ) نعم يصح ذلك ويجوز التوكيل في شراء الأضحية والعقيقة وفي ذبحها وَلَوْ بِبَلَدٍ غَيْرِ بَلَدِ الْمُضَحِّي وَالْعَاقِّ كَمَا أَطْلَقُوهُ فَقَدْ صَرَّحَ أَئِمَّتُنَا بِجَوَازِ تَوْكِيلِ مَنْ تَحِلُّ ذَبِيحَتُهُ فِي ذَبْحِ الْأُضْحِيَّةِ وَصَرَّحُوا بِجَوَازِ التَّوْكِيلِ أَوْ الْوَصِيَّةِ فِي شِرَاءِ النَّعَمِ وَذَبْحِهَا وَأَنَّهُ يُسْتَحَبُّ حُضُورُ الْمُضَحِّي أُضْحِيَّتَهُ وَلَا يَجِبُ وألحقوا العقيقة في الأحكام بالأضحية إلا ما استثني وَلَيْسَ هَذَا مِمَّا اسْتَثْنَوْهُ فَيَكُونُ حُكْمُهُ حُكْمَ الْأُضْحِيَّةِ فِي ذَلِكَ وَبَيَّنُوا تَفَارِيعَ هَذِهِ الْمَسْأَلَةِ فِي كُلٍّ مِنْ بَابِ الْوَكَالَةِ وَالْإِجَارَةِ فَرَاجِعْهُ وَقَدْ كَانَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ يَبْعَثُ الْهَدْيَ مِنَ الْمَدِينَةِ يَذْبَحُ لَهُ بِمَكَّةَ ففي الصحيحين قالت عائشة رضي الله عنها أنا قتلت قلائد هدي رسول الله صلى الله عليه وسلم بيدي ثم قلدها النبي صلى الله عليه وسلم بيده ثم بعث بها مع أبي بكر رضي الله عنه وبالجملة فكلام أئمتنا يفيد صحة ما ذكر تصريحا وتلويحا متونا وشروحا والله أعلم اه
(الباجورى جز 2 ص : 302)
وَيُشْتَرَطُ فِى اللَّحْمِ انْ يَكُونُ نَيَّأً لِيَتَصَرَّفَ فِيهِ مَنْ يَأْخُذُهُ بِمَا شَاءَ مِنْ بَيْعٍ وَغَيْرِهِ
إعانة الطالبين - ج 2 / ص 333
ويجب التصدق ولو على فقير واحد بشيء نيئا ولو يسيرا من المتطوع وَالْأَفْضَلُ التَّصَدُّقُ بَكَاهُ الَا لُقَمًا يَتَبَرَّكُ بَاكِلُهَا. وَقَوْلُهُ نِيئًا اىْ لِيَتَصَرَّفَ فِيهِ الْمِسْكِينُ بِمَا شَاءَ مِنْ بَيْعٍ وَغَيْرِهِ فَلَا يَكْفِي جَعْلُهُ طَعَامًا وَدُعَاءُ الْفَقِيرِ الْيَهِ لان حقه في تملكه لا في اكله
نهاية المحتاج
وَيَجِبُ دَفْعُ الْقَدْرِ الْوَاجِبِ نِيئًا لَا قَدِيدًا ، وَالْأَوْجَهُ عَدَمُ الِاكْتِفَاءِ بِالشَّحْمِ إذْ لَا يُسَمَّى لَحْمًا ، وَلِلْفَقِيرِ التَّصَرُّفُ فِي الْمَأْخُوذِ بِبَيْعٍ وَغَيْرِهِ : أَيْ لِمُسْلِمٍ كَمَا عُلِمَ مِمَّا مَرَّ وَيَأْتِي وَلَوْ أَكَلَ الْجَمِيعَ أَوْ أَهْدَاهُ غَرِمَ مَا يَنْطَلِقُ عَلَيْهِ الِاسْمُ وَيَأْخُذُ بِثَمَنِهِ شِقْصًا إنْ أَمْكَنَ وَإِلَّا فَلَا ، وَلَهُ تَأْخِيرُهُ عَنْ الْوَقْتِ لَا الْأَكْلُ مِنْهُ .وَمُقَابِلُ الْأَصَحِّ لَا يَجِبُ التَّصَدُّقُ ، وَيَكْفِي فِي الثَّوَابِ إرَاقَةُ الدَّمِ بِنِيَّةِ الْقُرْبَةِ
بغية المسترشدين (ص: 304)
(مسألة) : قال في التحفة : لو قال لغيره اشتر لي كذا بكذا ولم يعطه شيئاً فاشتراه له به وقع للموكل وكان الثمن قرضاً له فيرد بدله ، وقياسه أنه يكفي : ضحّ عني ويكون ذلك متضمناً لاقتراضه منه ما يجزي أضحية ، أي أقل مجزىء لأنه المحقق ، ولإذنه له في ذبحها عنه بالنية منه
بغية المسترشدين (ص: 310)
(مسألة : ي) : لا يصح توكيل غيره فيما وكل فيه ، إلا أن يأذن له الموكل ، أو لا تليق به مباشرته ، أو لا يحسنه ، أو يشق عليه مشقة لا تحتمل أو يعجز عنه ، وعلمه الموكل في الكل ، ويجب على الوكيل موافقة ما عين له الموكل من زمان ومكان وجنس ثمن ، وقدره كالأجل والحلول وغيرها ، أو دلت عليه قرينة قوية من كلام الموكل أو عرف أهل ناحيته ، فإن لم يكن شيء من ذلك لزمه العمل بالأحوط
Peserta:
1. Forum Diskusi Santri Salaf
2. Mu'allimin
3. Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Marhalah Ula - semester 1
4. Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Marhalah Ula - semester 3
5. Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Marhalah Ula - semester 5
6. Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Marhalah Ula - semester 7
7. Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Marhalah Tsaniyah
8. Ma'had Aly Yusuf Masyar
9. Ma'had Aly Pacul Gowang
10. Ma'had Jami'ah UNHASY
11. PP. Tarbiyatun Nasyi'in Pacul Gowang
12. PP. Al – Hudaya
13. PP. Fathul Ulum Ngoro
14. Majelis Fathul Qorib Tebuireng
15. PKPT IPNU IPPNU Ma'had Aly Hasyim Asy'ari
16. PMII Rayon Yusuf Hasyim
Diselenggarakan di : PP. Tebuireng
Pada tanggal : 28 Safar 1446 H
02 September 2024 M
DEWAN MUSHOHIH
Mushohhih 1 Perumus 1
(Kiai Mahfudz Aly Amari Sya'roni)
(Ust. M. Suprihatin)
Mushohhih 2 Perumus 2
(Dr. Muhammad Anang Firdaus, M. Pd.)
(Ahmad Wasil Syahir)
Moderator Notulen
(Ahmad Shiddiqur Rozak)
(Moh. Wildan Husin)
Komentar
Posting Komentar